Retret Guru dan Karyawan

Memotivasi para guru dan karyawan selalu bekerja dengan dilandasi visi dan misi, yang menghargai sesamanya manusia sebagai citra Allah Sipkan...... »

Penanaman Karakter

Suatu kelompok akan berhasil apabila semua anggota kelompok dapat bekerja sama dengan baik Sipkan...... »

Tim Futsal

Terima kasih kawanku, dengan kaki kakimu yang terampil tim futsal ini dapat membawa nama baik sekolah Sipkan...... »

Memoriam

Begini...... begini...... aku pernah jadi Ketua Osis. Selalu hidup untuk Stelmaku Sipkan...... »

Paskibrah Sekolah

Kamu memang sebagai tim paskibrah yang handal, pernah mewakili sekolah untuk kecamatan lhoooooooo Sipkan...... »

 

Selamat Datang

SONY DSC

Sr. Yanik Wahyuni, SPM

SMPK Stella Maris memang tiada duanya

Berjalan Bersama Yesus

Hidup bersama YesusBerjalan bersama Yesus ke tujuan hidup kita

Mat 14:22-34.

Berjalan bersama Yesus ke tujuan hidup kita.

Apa yang bisa kita ambil pelajaran rohani?

  1. Tujuan hidup. Ay. 22.

Kita semua yang ada di tempat ini mempunyai tujuan hidup. Tuhan Yesus memerintahkan kita agar kita berjalan ke seberang. Artinya Tuhan memerintahkan kita agar kita berjalan sampai ke tujuan hidup kita.

– yang anak-anak muda tujuannya ialah menjadi orang yang dewasa. Menjadi orang dewasa itu apa?

  • Dewasa dalam rohani.
    Mandiri dalam berdoa.
    ~ Mandiri dalam memuji menyembah Tuhan.
    ~ Mandiri dalam ke gereja.
    ~ Mandiri mengampuni.
    ~ Mandiri melayani Tuhan.
    ~ Mandiri membawa jiwa baru bagi Tuhan ke persekutuan.
    Mandiri di sini artinya inisiatif untuk melakukan yang dikehendaki Tuhan. Tidak perlu dibentak. Tidak perlu disuruh lagi. Tetapi langsung melakukan kehendak Tuhan tanpa paksaan.
  • Dewasa dalam sifat.
    buah Roh: Gal 5:22, 23.
    ~ kasih.
    ~ sukacita.
    ~ damai sejahtera.
    ~ kesabaran.
    ~ kebaikan.
    ~ kemurahan.
    ~ kesetiaan.
    ~ kelemahlembutan.
    ~ penguasaan diri.
  • Dewasa dalam pengetahuan
    ~ belajar untuk menjadi pandai.
    ~ belajar untuk menambah wawasan atau pengetahuan semakin bertambah.
    ~ belajar untuk gagal.
    ~ belajar untuk menghasilkan prestasi.
    ~ belajar untuk menjadi juara.

– yang sudah dewasa tujuannya ialah
• Memenangkan jiwa.
• Bekerja.
• Kuat dalam penderitaan.
• Menghasilkan kebutuhan.
• Mengelola keuangan pribadi.
• Merencanakan keluarga dan membina keluarga yang segambar dan serupa dengan Tuhan.
• Setia melayani Tuhan.
• Rukun keluarga.
• Rukun antar warga.
• Membangun kepenuhan Kristus dalam tubuh jemaat-Nya.

– yang telah lanjut usia tujuannya ialah
• Menjadi teladan bagi anak dan cucunya.
• Keluarga lanjut usia yang setia kepada Yesus sampai akhir hidupnya.
• Menanamkan nilai kekekalan berupa nasihat, wejangan, kata mutiara, kata-kata hikmat.
• Bahagia dan merasa puas.
• Menanti-nantikan Yesus dengan ketenangan dan damai. Tutup mata dibumi. Buka mata lihat Yesus. Dapat sorga. Menjadi muda kembali. Dapat rumah besar di sorga. Dapat upah kekal. Dapat mahkota. Memerintah bersama Yesus.
__________________________________________________________________

Reff.
Sbab Kau besar

Perbuatan-Mu ajaib

Tiada seperti Engkau

Tiada seperti Engkau
_________________________________
_________________________________

  1. Doa. Ay 23.

Untuk kita sampai kepada tujuan hidup kita maka perlu kita memiliki hubungan dekat dengan Tuhan yaitu dengan;

– memiliki waktu doa bersama keluarga.
– memiliki waktu doa pribadi.
– hidup dalam 5 M firman Tuhan;

~ membaca firman Tuhan.
~ memikirkan firman Tuhan.
~ mendoakan firman Tuhan sesuai kebutuhan kita.
~ melakukan firman Tuhan.
~ membagikan firman Tuhan.

Dengan 5 M firman Tuhan ini maka akan membuat kehidupan kita kuat, bertahan, meningkat, menang dan mulia dalam Tuhan.

Jika kita memiliki kualitas yang terus-menerus dengan Tuhan akan membuat kita dapat mengenal Allahnya. Tetapi jika kita tidak membangun hubungan dengan Tuhan maka kita justru akan ngeri dengan saat Tuhan melawat umat-Nya. Ay. 23.

Doa yang teratur. Doa yang terus menerus dengan hati yang berhubungan dengan Tuhan Yesus akan membuat kita semakin mudah mengenal Yesus sebagai Bapa kita, Orang tua kita. Ketika kita mengenal Tuhan maka kita kuat dan kita bertindak, kita berjuang, kita menang dari kemenangan kepada kemenangan.

  1. Berani. Ay 27.

Kita hidup bukan tanpa masalah. Semua mempunyai masalah.

– pendeta punya masalah dengan jemaat.
– jemaat punya masalah dengan pendeta.
– suami mempunyai masalah dengan istri. Sebaliknya istri mempunyai masalah dengan suami. (Suami yang suka memukul istri atau istri yang menjadi penguasa dirumah. Suami takut istri. Suami yang tidak memberi uang hasil nafkahnya kepada keluarga. Istri tukang cerewet suaminya).
– pengusaha mempunyai masalah dengan karyawan atau buruh. (Produktifitas karyawan menurun. Target tidak dikejar karyawan hingga maksimal. Prestasi kerja menurun. Gagal dalam negosiasi terhadap kerjasama dengan perusahaan lain. Pemotongan uang hasil tagihan yang akan disetor ke perusahaan).
– karyawan atau buruh mempunyai masalah dengan atasannya. (Atasan korupsi dana bantuan pemerintah. Korupsi uang perusahaan. Penggelapan. Pencucian uang. Data keuangan yang tidak jelas. Penipuan. Dana fiktif).
– yang cowok mempunyai masalah dengan bagaimana mencari pasangan hidup yang cewek. (Yang cowok terlalu kaya atau terlalu miskin sedang kebanyakan cewek yang ditemui materialistis, boros menghabiskan uang. Atau banyak cewek yang memakai standar ketinggian sehingga sulit menerima cowok sekalipun cowok itu kaya atau miskin).
– pacar cowok mempunyai masalah dengan pacarnya yang cewek. (Maka tidak heran ada istilah pacaran cinta monyet. Putus nyambung pacaran. Selingkuh pacaran. Muncul istilah playboy atau playgirl). — tidak heran maka beberapa hamba Tuhan pemimpin gereja tertentu melarang pacaran karena istilah kata “pacaran” selalu mempunyai pandangan efek buruk padahal tidaklah demikian sebab pacaran yang dikehendaki Tuhan merupakan komitmen seumur hidup dan waktu mempersiapkan diri memasuki masa pernikahan).
– saudara mempunyai masalah dengan saudaranya yang lain. (Tidak membagi warisan. Saudara tidak membantu saudaranya yang kesusahan. Saudara tidak pernah mau berhubungan dengan saudara yang lain. Makanan enak diambil saudaranya).
– kita mempunyai masalah dengan tetangga. (Gosip tetangga. Tetangga tidak suka hewan peliharaan. Tetangga yang menjadi provokator. Tetangga yang mempropaganda kehidupan kita sangat berbahaya bagi warga sekitar).
– kita mempunyai masalah dengan komunitas kita. (Dibenci. Difitnah. Disingkirkan. Ditipu).
– pejabat mempunyai masalah dengan warganya. (Belum bayar pajak, buang sampah sembarangan, lingkungan yang kumuh, perumahan yang semrawut, banjir besar, kebakaran hutan, daerah liar seharusnya daerah industri justru menjadi daerah ekonomi pasar dan bisnis, ketertiban dan keamanan warga, dll).

Tuhan memberikan kepada kita roh iman. Roh Tuhan dalam diri kita merupakan Roh sumber keberanian. Dalam bahasa asli ayat 27 ini berkata: “Tenanglah! Aku ini, berani! Jadilah berani!” Beranilah dalam hidup kita. Beranilah dalam segala hidup kita.

Sebagai orang percaya maka kita harus jangan takut. Kita harus berani dan menjadi berani. Berani menghadapi badai. Berani menghadapi tiap masalah hidup kita. 2 Tim 1:7.

– berani dalam memprioritaskan Yesus.
– berani dalam kekudusan hidup.
– berani dalam berhubungan dengan Tuhan.
– berani dalam berhubungan dengan sesama.
– berani menghormati orang tua.
– berani menaati pemimpin.
– berani melakukan kebenaran.
– berani untuk membantu orang tua.
– berani untuk menolong sesama.
– berani untuk menaati perintah Tuhan untuk terobosan terjadi, kesembuhan terjadi, pemulihan terjadi, pembebasan terjadi, perubahan terjadi, mujizat terjadi, keajaiban terjadi

Sumber : Internet

 

Cara Bahagia

bahagia

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.. mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal…

“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”

“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .”

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.”

Kebahagiaan itu milik Orang-orang yang dapat Bersyukur

(sumber internet)

Elang Tinggal Bersama Ayam

elang-yang-tinggal-bersama-ayam Alkisah, di sebuah lereng gunung yang curam, ada sebuah sarang elang yang berisikan empat telur elang ukuran besar.

Satu hari, gempa bumi telah menguncang gunung itu menyebabkan salah satu dari telur itu jatuh ke kandang ayam yang berada di lembah di bawah lereng itu.

Ayam-ayam pun tahu bahwa mereka harus melindungi telur elang itu. Kemudian, telur elang pun menetas dan seekor elang yang cantik pun terlahir.

Sebagai ayam, ayam-ayam itu pun membesarkan elang sebagai seekor ayam.

Sang elang pun sangat menyukai tempat tinggal dan keuarganya itu, namun sepertinya ia merasa ada semangat untuk berteriak lebih keras dari sekedar jiwa ayam.

Hingga pada suatu hari, elang itu pun menatap langit dan melihat sekelompok elang-elang hebat terbang tingi melayang-layang.

“Oh…” teriak sang elang. “Andai saja aku bisa terbang tinggi seperti burung-burung itu.”

Ayam-ayam itu pun terkekeh, “Kau tidak bisa terbang tinggi seperti mereka. Kau adalah seeokor ayam dan ayam tidak bisa terbang.”

Elang ini pun terus menatap keluarganya yang sesungguhnya di angkasa sana, bermimpi mengkhayalkan ia bisa seperti mereka.

Setiap kali elang itu membicarakan tentang impian-impiannya, ia selalu diberitahu bahwa ia tidak akan bisa melakukannya.

Dan itulah apa yang elang itu pelajari untuk diyakini. Seiring waktu, elang itu pun berhenti bermimpi dan kembali menjalani hidupnya sebagai ayam.

Akhirnya, setelah hidup lama sebagai seekor ayam, elang itu pun meninggal.

Anda bisa menjadi apa yang Anda yakini. Jika Anda pernah bermimpi menjadi elang, ikuti impian itu, jangan mengikuti apa kata ayam-ayam itu

(sumber internet)